Minggu, 05 Februari 2017

PERINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



    Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1)        Prinsip Multimedia
       Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.

2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4)        Prinsip Koherensi
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5)        Prinsip Modalitas Belajar
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6)        Prinsip Redudansi
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
       Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

7)        Prinsip Personalisasi
       Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8)        Prinsip Interaktivitas
       Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).          Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9)        Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10)    Prinsip Perbedaan Individu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip Praktek                                
       Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
       Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.


daftar pustaka 
Asnawir, Basyiruddin.2002.Media Pembelajaran. Jakarta: CIPUTAT PERS
http://novi-ariyaniasparagus.blogspot.co.id/2013/02/prinsip-prinsip-multimedia-pembelajaran.html
 
 

33 komentar:

  1. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua media cocok untuk di gunakan tergantuk ke pada guru untuk menyesuaikan materi dan kebutuhan siswa

      Hapus
  2. Dari prinsip-prinsip yang telah anda jelaskan, apakah prinsip tersebut diterapkan secara bersamaan? dan manakah dari prinsip-prinsip tersebut yang sulit untuk diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap perinsip tidak ada yang sulit untuk di terapkan . perinsip di terapkan biasanya satu persatu tergantung dari materi dan gaya siswa belajar

      Hapus
  3. Pada prinsip interaktivitas dijelaskan bahwa sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Bagaiamana jika dalam belajar kita tetap menerapkan hal seperti itu? Apakah tidak seharusnya dalam belajar itu harus runut atau sesuai urutan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada materi yang memang harus runut seperti stekiometri teyapi ada materi yang bisa loncat seperti teori perkembangn atom

      Hapus
    2. Ada materi yang memang harus runut seperti stekiometri teyapi ada materi yang bisa loncat seperti teori perkembangn atom

      Hapus
  4. sebagai seorang guru keberhasilan mengajar ditandai dengan perolehan pengetahuan, keterampilan, sikap positif pada diri individu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan belajar ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranta penggunaan media pembelajaran yang maksimal dan ada pula sebagian sekolah yang belum memiliki fasilitas media pembelajaran yang baik, sehingga menghambat siswa untuk dapat memperoleh mater pelajaran secara baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media tidak harus yang berteknologi tinggi tetapi secara tradisional media dapat di buat sesuai dng kebutuhan dan materi siswa

      Hapus
  5. Menambahkan mengenai blog anda :

    Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
    Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sangat banyak pengembangan dari prinsip-prinsip ini

      Hapus
  6. Sedikit menambahkan.
    Prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran antara lain :

    a. Proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan dapat dibuat sedemikian rupa, misalnya dengan permainan instruksional, atau dengan yang lainnya. 

    b. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dengan media pembelajaran yang baik, maka proses pembelajaran diharapkan akan menjadi lebih interaktif. Membuat media pembelajaran yang mudah digunakan oleh siswa,akan membuat siswa lebih tertarik dan berperan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. 

    c. Tersedia feedback (umpan balik). Media pembelajaran yang baik, seharusnya tersedia umpan balik atau feedback yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa, sehingga jika terdapat kesalahan yang dikerjakan siswa dapat dengan segera diketahui dan dipahami. Media pembelajaran yang menyediakan feedback dapat meningkatkan motivasi diri pada siswa, dengan menginformasikan hasil yang didapat oleh siswa saat mengerjakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain yang saya jelaskan masih bayak lainnya

      Hapus
  7. menurut anda Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya penerapan perinsip tidak melibatkan seluruhnya jadi terfokus pada satu prinsip yang sesuai dng siswa

      Hapus
  8. menurut anda prinsip mana yang paling sulit untuk diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya semua perisip tidak ada yang sulit jika disesuaikan pada materi dan kebutuhan siswa

      Hapus
  9. Jelaskan lebih lanjut mengenai prinsip keterdekatan ruang.. serta berikan contoh bagaimana prinsip tersebut dalam pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip keterdekatan terbagi dua, yaitu keterdekatan ruang atau keterdekatan kata tercetak dengan gambar yang terkait (Mayer, 2009:119; Clark & Mayer, 2011:92) dan keterdekatan waktu atau keterdekatan kata-kata ternarasi dengan gambar yang terkait (Mayer, 2009:141; Clark & Mayer, 2011:102). Prinsip keterdekatan ruang menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata tercetak dan gambar-gambar yang terkait disajikan saling berdekatan daripada disajikan saling berjauhan (Mayer, 2009:119). Sedangkan prinsip keterdekatan waktu menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik jika kata-kata ternarasikan dan gambar-gambar yang terkait (animasi atau video) disajikan pada waktu yang sama (simultan) (Mayer, 2009:141).

      Alasan Mayer (2009:119) berkaitan prinsip keterdekatan ruang adalah saat kata-kata dan gambar terkait saling berdekatan di suatu layar, maka murid tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif untuk secara visual mencari mereka di layar itu. Siswa akan lebih bisa menangkap dan menyimpan mereka bersamaan di dalam memori kerja pada waktu yang sama. Sedangkan untuk keterdekatan waktu, Mayer (2009:141) beralasan bahwa saat bagian narasi dan bagian animasi terkait disajikan dalam waktu bersamaan, siswa lebih mungkin bisa membentuk representasi mental atas keduanya dalam memori kerja pada waktu bersamaan. Hal ini lebih memungkinkan siswa untuk membangun hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual.

      Hapus
  10. Nisa : Rumampuk (1988) mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
    1. Perlu diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa.
    2. Pemilihan media perlu secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. Pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar peserta didik.
    3. Tidak ada satupun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
    4. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar.
    5. Untuk dapat memilih media dengan tepat, pembelajaran hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media,
    6. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip-prinsip yang anda tambahakan adalah perkembangan dari prinsip yang pokok

      Hapus
  11. Jika tidak dijalankan seluruhnya apakah artinya suatu multimedia itu gagal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa tidak, jika tujuan dari media tercapai

      Hapus
  12. ada Prinsip Modalitas Belajar, Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu, mengapa bisa demikian? mohon jelaskan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena narasi di tambah teks yang panjang aksn membuat pembelajaran tidak menarik

      Hapus
  13. Prinsip Multimedia
    Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial.
    Jadi, Prinsip Multimedia: Murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kta-kata saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip multimedia memang sangat penting sama dengan prinsip yang lain

      Hapus
  14. Apabila salah satu prinsip tidak terpenuhi apa yang akan terjadi dengan multimedia yang kita gunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembelajaran yang akan berlangsung akan membosannkan dan media yang di gunakan tidak maksimal

      Hapus
  15. sedikit menambahkan

    Prinsip Segmentasi Dan Pra Latihan

    Prinsip segmentasi menyarankan untuk memecah materi pelajaran yang besar menjadi segmen-segmen yang kecil (Clark & Mayer, 2011:207). Saat sebuah materi pembelajaran kompleks, materi itu perlu dibuat menjadi sederhana dengan dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang dapat diatur kemunculannya.
    Prinsip pra-latihan menyarankan untuk memastikan siswa mengetahui nama dan karakteristik konsep-konsep penting (Clark & Mayer, 2011:212). Sebelum siswa belajar proses atau mengerjakan latihan pada suatu multimedia interaktif, hendaknya siswa diberi materi konsep-konsep penting berkaitan dengan proses yang akan dipelajari atau latihan yang akan dikerjakan. Contohnya, sebelum siswa melihat video demonstrasi cara membuat tabel basis data, siswa perlu mengetahui apa itu tabel, field, dan primary key.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perinsip Segmentasi Dan Pra Latihan saya lupa menambahkan

      Hapus
  16. Sedikit menambahkan
    Pemilihan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran berbasis
    kompetensi membaca puisi juga harus berpedornan pada prinsip-prinsip pemilihan
    media yang dilatari oleh sejumlah faktor di atas. Pemilihan media pembelajaran
    dalam proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan tujuan instruksional
    membaca puisi yang akan dicapai, isi materi pelajaran pembelajaran membaca puisi,
    metode mengajar yang akan digunakan, dan karakteristik siswa. Sehubungan
    dengan karakteristik siswa, guru harus memiliki pengetahuan tentang kemampuan
    intelektual siswa usia SMA, agar guru dapat memilih media yang benar-benar sesuai
    dengan siswa yang belajar. Ketepatan dalam pemilihan media akan dapat
    meningkatkan mutu proses belajar mengajar membaca puisi sehingga guru dapat
    meningkatkan prestasi belajar siswa.

    Sedangkan menurut Sanjaya (2008) ada 5 prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, antara lain:
    1. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
    2. Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas.
    3. Pemilihan media harus sesuai dengan karakteristik siswa.
    4. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta gaya dan kemampuan guru.
    5. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas, dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali yang anda tambahkan pemilihan tergantung kepada guru

      Hapus