Pemrosesan informasi itu sendiri secara sederhana
dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk
mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan
informasi tersebut dengan inti pendekatannya lebih kepada proses memori
dan cara berpikir. Dalam teori pemrosesan informasi, terdapat beberapa
model mengajar yang akan mendorong pengembangan pengetahuan dalam diri
siswa dalam hal mengendalikan stimulus yaitu mengumpulkan dan
mengorganisasikan data, menyadari dan memecahkan masalah, mengembangkan
konsep sehingga mampu menggunakan lambang verbal dan non verbal dalam
penyampaiannya. Bahkan orientasi utama pada modelnya mengarah kepada
kemampuan siswa dalam mengolah, menguasai informasi sehingga dapat
memperbaiki kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan
yang akan didapatkannya.
Model belajar
pemrosesan informasi ini sering pula
disebut model kognitif information processing, karena
dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural
sistem informasi, yaitu:
n Asri Budingsih. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY
1)
Sensory atau intake register:
informasi masuk ke sistem melalui sensory
register, tetapi hanya disimpan untuk
periode waktu terbatas. Agar tetap dalam
sistem, informasi masuk ke working memory
yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2)
Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di
working memory, dan di sini berlangsung
berpikir yang sadar. Kelemahan working memory
sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan
sejumlah kecil informasi secara serempak.
3)
Long-term memory, yang secara potensial
tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung
seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses
informasi yang tersimpan di dalamnya.
Menurut model tingkat pemrosesan,
berbagai stimulus informasi diproses dalam berbagai tingkat kedalaman secara
bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam suatu informasi diolah,
maka informasi tersebut akan semakin lama diingat. Sebagai contoh, informasi
yang mempunyai imaji visual yang kuat atau banyak berasosiasi dengan
pengetahuan yang telah ada akan diproses secara lebih dalam. Demikian juga
informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses daripada stimuli atau
kejadian lain di luar pengamatan. Dengan kata lain, manusia akan lebih
mengingat hal-hal yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yang menjadi
perhatiannya karena hal-hal tersebut diproses secara lebih mendalam daripada
stimuli yang tidak mempunyai arti atau tidak menjadi perhatiannya (Craik &
Lockhart, 2002).
Teori belajar pemrosesan informasi/ sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru dibandingkan teori-teori belajar lainnya. Menurut teori sibernetik, "belajar" adalah pemrosesan informasi.
Teori ini lebih mementingkan sistem informasi dari pesan atau materi
yang dipelajari. Bagaimana proses belajar berlangsung, sangat ditentukan
oleh sistem informasi dari pesan tersebut. Oleh sebab itu, teori
sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenispun cara belajar yang
ideal untuk segala situasi. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh
sistem informasi (Budingsih.2002).
Asumsi teori belajar sibernetik (Lusiana, 1992):
- Antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi di mana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
- Stimulus yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk atau pun isinya.
- Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas terbatas.
Sekilas, teori
ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yang mementingkan proses.
Proses memang penting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting
lagi adalah sistem informasi yang diproses. Informasi inilah yang akan
menentukan proses. Asumsi lain dari teori pemrosesan ini adalah bahwa
tidak ada satu proses belajar pun yang ideal untuk segala situasi, dan
cocok untuk semua siswa. Oleh karena itu, sebuah informasi mungkin akan
dipelajari oleh seorang siswa dengan satu macam proses belajar, dan
informasi yang sama itu mungkin akan dipelajari siswa lain melalui
proses belajar yang berbeda.
Daftar pustaka
n Asri Budingsih. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY
Craik, F. I.
M., Lockhart. R. S. 2002. Levels of
Processing. New York: Cyber Pasific
jelaskan mengenai : Antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi di mana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
BalasHapusPada stimulus untuk mendapatkan respon tertentu memerlukan waktu untum pemrosesan informasi
HapusProses memang penting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses. Mengapa bisa demikian? Mohon penjelasanya
BalasHapusMengapa, karena siastem informasi yang di proses labih baik akan mempermudah stimulus sehingga respon yang terjadi lebih baik
Hapussedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Benar sekali teori mayer morwon pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa
Hapussedikit menambahkan :
BalasHapustahapan pemprosesan informasi dalam pembelajaran,
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
o motivasi;
o pemahaman;
o pemerolehan;
o penyimpanan;
o ingatan kembali;
o generalisasi;
o perlakuan;
o umpan balik.
Pada teori pemerosesab menurut
HapusGagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
o motivasi;
o pemahaman;
o pemerolehan;
o penyimpanan;
o ingatan kembali;
o generalisasi;
o perlakuan;
Bagaimana caranya agar informasi atau keterangan seorang guru tidak akan hilang begitu saja dari ingatan siswa?
BalasHapusProses pembelajaran yang terjadi harus baik antara guru dan siswa
HapusProses pembelajaran yang terjadi harus baik antara guru dan siswa
HapusKelemahan dari long term memory adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya. Menurut anda bagaimana cara mengatasinya?
BalasHapusDengan cara terus memangil infirmasi tersebut
Hapusbagaimana cara guru dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan daya proses informasi bagi siswa?
BalasHapusDengan cara membabgun pembelajaran yang berkesan dan mudah di mengerti
Hapusbagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?
BalasHapusDengan cara terus memangil infotmasi sehinga masuk ke dalam memori jangka panjang
Hapuskenapa informasi yang diterima melalui pendengaran itu lebih bertahan lama dibandingkan informasi yang diterima melalui penglihatan?
BalasHapusSebenarnya informasi yang didapat melalui pendengaran mau pun penglihatan dapat bertahan lama jika sudah tersimpan dlm memori jangka panjang, dng cara memangil informasi terus menerus
HapusMedia yang seperti apa yang dapat membuat pemrosesan informasi dapat masuk ke memori jangka panjang peserta didik!
BalasHapusSemua media dapat masuk kedalam memori jangka panjang asalkan sesuai dan sisiwa selalu mengingat informasi
HapusBagaimana cara mempertahankan memori jangka panjang ? dan bagaiamana cara mmpercepat masuknya memori jangka pendek menuju memori jangka panjang ?
BalasHapusDengan cara terus memangil infotmasi sehinga masuk ke dalam memori jangka panjang. Cara memori jangka pendekenuju memori jangka panjang dengan mengulang terus
Hapussedikit menambahkan,Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
BalasHapusGagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
Menurut saya apa yang anda tambahkan adalah jabaran langsung dari yang tutut tambahkan
Hapusmengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapusSebenarnya informasi yang didapat melalui pendengaran mau pun penglihatan dapat bertahan lama jika sudah tersimpan dlm memori jangka panjang, dng cara memangil informasi terus menerus
HapusMenurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
BalasHapusTeori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian, akan ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori, yaitu memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Guru mengalokasikan waktu untuk pengulangan selama mengajar.
Teori pemrosesan informasi menurut gagen memang banyak penjabarannya terimakasih
Hapusbagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!
BalasHapusDengan cara terus memangil infotmasi sehinga masuk ke dalam memori jangka panjang. Cara memori jangka pendekenuju memori jangka panjang dengan mengulang terus
HapusManfaat teori pemrosesan informasi antara lain:
BalasHapus1.Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
2.Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
3.Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4.Prinsip perbedaan individual terlayani.
Hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:
1.Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
2.Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
3.Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan
4.Kemampuan otak tiap individu tidak sama.
edikit menambahkan Kelebihan teori pemrosesan informasi
BalasHapusDengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kelemahan teori pemrosesan informasi
Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
Bagaimana memunculkan informasi yang ada di memori jangka pendek agar menjadi memori jangka panjang?
BalasHapusDengan cara terus memangil infotmasi sehinga masuk ke dalam memori jangka panjang. Cara memori jangka pendekenuju memori jangka panjang dengan mengulang terus
HapusSedikit menambahkan
BalasHapusBerdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pembelajaran Bebantuan Multimedia Berdasarkan Teori Beban Kognitif yang dapat Meningkatkan Pemahaman Siswa''
Untuk menghindari pemahaman yang berbeda terhadap istilah sehingga peneliti memberikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Multimedia adalah media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan microsoft powerpoint
2. Beban kognitif merupakan suatu beban mental (mental load) yang terkait dengan perbedaan tugas yang diminta dengan kemampuaan seseorang untuk menguasai tugas tersebut.
3. Teori beban kognitif (Cognitive load Theory) merupakan suatu teori yang menjelaskan fenomena yang dihasilkan oleh pembelajaran dengan memper-timbangkan kemampuan dan batasan rancangan kognitif manusia, teori ini menghubungkan desain karakteristik beban pembelajaran dengan prinsip pengolahan informasi.
4. Pembelajaran berbantuan multi mediaberdasarkan teori beban kognitif merupakan pembelajaran yang dapat mengelola beban kognitif intrinsic, merendahkan beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germany dengan langkah-langkah (a) menginformasikan
tujuan pembelajaran melalui powerpoint, (b) menyampaikan materi dengan powerpoint, (c) membentuk kelompok (4-5 anak), (d) memberikan tugas (KLS) yang dikerjakan secara
berkelompok, (e) memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (f) membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.
Pada model tingkat pemerosenan itu maksudnya begini rangsangan yang berupa informasi diproses dalam beberapa tingkatan secara bersamaan itu tergan tung kepada karakternya
BalasHapus